Minggu, 30 April 2017

20yo

Saya sekarang hampir menginjak 20 tahun. Dan bicara soal umur yang dijuluki sebagai kepala dua ini, saya pernah membacanya di artikel bahwa pada umur ini dapat disebut sebagai masa remaja yang sebentar lagi akan masuk ke masa dewasa.
Jujur, saya kurang paham betul bagaimana memahami perbedaan dewasa atau tidaknya seseorang. Maklum, saya memang bukan mahasiswi jurusan psikologi. Saya hanya mahasiswi jurusan teknik, yang sempat penasaran dengan permasalahan kedewasaan ini. Untungnya, saya punya sahabat yang merupakan mahasiswi jurusan psikologi.

"Seingetku sih kalo di psi perkembangan, kedewasaan itu titik mula nya gak saklek di usia berapa gt nad. Soalnya kedewasaan itu bisa diliat dr berbagai aspek. Kayak misalnya, secara hukum kita dibilang udh dewasa ketika udh punya ktp. Secara finansial kita dibilang udh dewasa ketika udh pny penghasilan sendiri. Secara seksual kita dibilang udh dewasa ketika udh berfungsi sexually secara optimal. Secara sosial kita dibilang udh dewasa ketika udh bisa bangun keluarga/jalin hubungan romantis.. Gitu2 hehehe."
-Fabiola Meseaga, pacarnya sungha jung.

Entah kenapa, saya kerap kali berfikir kalau saya belum menjadi seseorang yang cukup dewasa sesuai dengan umur saya yang akan menginjak 20 tahun. Mulai dari kebiasaan saya seperti

1. Lebih suka nonton film kartun atau animasi dibandingkan dengan nonton film bergenre romantis, action, dsb. Tapi hobi utama saya membaca.
2. Sering merasa bahwa apapun hal-hal atau kesalahan kecil sangat menghacurkan mood saya.
3. Mudah mengeluh
4. Tidak peka terhadap lingkungan sekitar
5. Masih belum berani menyuarakan pendapat

Dan masih banyak lainnya.

Dan tidak disadari, ternyata jika kita terus berperilaku sekenanya, tp menganggap bahwa usia sama sekali tidak memengaruhi seseorang dalam menyikapi berbagai hal, justru dapat membuat orang lain memandang kita negatif.
*Ini hanya dr kacamata saya saja sih sebenarnya.

Singkat cerita,
harusnya malam ini saya bisa ikut kumpul reuni kelas sma bersama teman-teman saya. Saya juga sempat menginfokan kepada yang mengajukan rencana untuk kumpul sehari sebelum acara tersebut (sebut saja tuan), kalau saya akan mengusahakan untuk hadir. Kenapa mengusahakan? Karena saya belum bisa berjanji untuk datang, saya tidak akan tahu situasi atau kondisi yang bisa saja berubah secara mendadak.

Dan ternyata, pagi harinya ibu saya jatuh sakit. Dan saya merasa bahwa sepertinya malam ini saya tidak bisa pergi ke acara kumpul reuni ini. Akhirnya ketika sore hari, saya langsung menghubungi teman saya si tuan ini, bahwa saya tidak dapat hadir. Lalu apa responnya?


"Tuan, maaf kayanya gue gabisa ikut hari ini. Ibu gue sakit. Ga enak mau pergi2nya juga. Next time yaa"

"Gak ada next time nad hehe. Makasih ya udh mau ngerespon w. Hh"

Loh, kok ga ada next time? Jujur saya sebenarnya ga mengerti kemana arahnya. Tp saya rasa jawaban dia sedikit sarkas untuk saya.

"Maksudnya ga ada? Iya maaf ya"

"Yaa paham lah hehe"

Saya semakin bingung dan sedikit. Hal seperti apa sih yang harus di ambigu kan seperti ini.

"Tbh ga ngerti beneran. Yaudah makasih ya"

Lalu si tuan menjawab

"Yaudah, anggep aja gak ada apa2 nad hehe"


Apa tanggapan anda jika teman anda membalas seperti ini?
Mungkin tidak banyak yang responnya seperti saya. Kesal.

Jujur saya kesal sekali ketika mendapatkan jawaban seperti itu.

Saya agak kesal karena menurut saya kata2 tersebut cukup sarkas dan sedikit kekanak2an. Tidak sesuai dengan respon atau tanggapan dari seorang mahasiswa.

Bukannya berharap sesuatu yang berlebih,
Saya hanya berharap bahwa balasannya dapat berupa balasan
"Iya ga apa apa"
" iya lain kali ya"

Atau balasan lainnya yang menunjukkan bahwa, ia sangat menghargai alasan saya tidak bisa hadir.

Saya beranggapan bahwa si tuan ini masih agak kekanak kanakan. Masih kurang menghargai alasan saya yang tidak bisa hadir dan menjawab dengan sekenanya " ga ada next time ".
Tolong ya mas, ini acara bukan acara anda saja. Acara semua. Dan tolong jangan mengutamakan kepentingan pribadi untuk acara bersama. Terus atas dasar apa anda bilang ga ada next time?

Disini saya hanya ingin mengingatkan dan sama sama belajar. Memang benar, umur 20 tahun belum termasuk dewasa. Memang benar, kedewasaan dalam menyikapi berbagai hal timbul dalam aspek yang berbeda dan dalam kurun waktu yang berbeda juga. Namun, saya rasa tidak ada salahnya untuk belajar bersikap dewasa dalam berbagai hal.

Belajar untuk berfikir bahwa di umur 20 ini, kita menuju ke masa di mana perlu tanggung jawab dan attitude yang baik. Di umur 20 tahun, dimana puncak kesuksesan mulai direncanakan secara matang. Di umur 20 tahun, di mana dapa menghargai pendapat orang dan berani menyuarakan pendapat. Di umur 20 tahun, sudah bisa membedakan yang baik dan yang tidak.

Yuk kita sama sama belajar untuk lebih dewasa sedikit dalam menyikapi berbagai hal😊


Ini hanya berdasarkan pendapat saya ya, mohon koreksi jika ada kesalahan. Terima kasih :)

Minggu, 16 April 2017

Berawal dari Foto

Noura membentuk mulutnya bulat bulat. Menyamakan suara dengan yang lainnya. Latihan paduan suara siang itu membuat ia lelah. Dia ingin pulang. Tapi, latihan selesai jam 3 sore. Dari celah pintu kecil, ia melihat Filan beserta Doni lewat di depan ruang latihannya. Noura terus melihatnya sampai Filan dan Doni hilang dari pandangannya. Lalu, kembali konsentrasi ke latihan.

***

"Nih, Ras. Adanya yang ini doang. Yang dingin" Sebotol air mineral dingin dibeli Noura untuk dirinya dan Saras, teman satu paduan suaranya.
"Thanks, Ra"
Lalu meminum hampir setengah dari botolnya.
Noura yang lihat handphone Saras nganggur, segera mengambilnya,
"Gue pinjem ya Ras. Gabut nih pengen lihag lihat"
Noura menjelajahi seluruh galeri Saras. Sampai akhirnya dia menemuka satu foto,
"Ras, ini kayanya gue kenal deh"
Noura memandang wajah dalam foto itu. Mengamati.
"Siapa? Filan?" Tanya Saras setelah melihat sosok yang Noura maksud.
Iya betul, Filan. Kok Saras bisa kenal ya?
"Dia temen gue dari kecil. Sahabat malah"
Ujar Sarah sambil menceritakan cerita masa kecilnya dengan Filan. Sedangkan Noura masih mengamati wajah Filan dari foto.
Filan.
Kaya gimana ya aslinya?
"Dia tuh lucu banget. Humoris. Walaupun mukanya ga berekspresi. Cuek. Tapi dia bisa cairin suasana. Dia tuh baik banget. Pernah nih dia........"
Noura tenggelam dalam celotehan Saras.
Filan.
Jadi kamu, Filan?
Noura tersenyum. Kembali mengingat Filan.

Filan dan Praktikum

Noura menghela napas, pasrah. Kenapa dia harus satu kelompok dengan Filan? Cowo yang sudah kelihatan bahwa tingkat kemalasannya mungkin tinggi. Cowo yang kelihatannya sangat tidak peduli dengan tugas-tugas dan pelajaran. Apa lagi kalau harus satu kelompok dengannya, bisa Noura yang jadi pesuruhnya.

Ketua kelas memerintahkan setiap kelompok untuk membahas barang bawaan untuk praktik lusa. 
"Duh, gimana nanyanya ya? Aku males nih nanya ke Filan" keluh Noura. 
Menatap cemas sembari berfikir negatif kalau saja Filan enggan membawa apapun. 
"Ya kamu tanya aja dulu, ra" jawab Dina singkat. 
Huh. Kenapa harus sih?
Dengan langkah berat, Noura mendekati Filan. Filan yang sedang asyik bercanda dengan teman teman lainnya, tidak peduli dengan keberadaan Noura di sampingnya. Hingga akhirnya,
"Filan!" Teriak Dina
Filan menoleh. Noura pun menatap Filan kaget.
"Itu, Noura mau ngomong tuh" teriak Dina sambil mengamati Noura yang masih mematung dari kejauhan.
Pandangan Filan kini mengarah ke Noura. Noura terkejut, lagi. Filan hanya menatap Noura dengan raut wajah penuh tanya.
"Ngggg.... By the way, lo mau bawa apa nih buat praktikum lusa nanti?" Tanya Noura yang dengan hati-hati menata ucapannya.
"Emang apa aja yang disuruh bawa?" Tanya Filan singkat.
"Bawa tanaman pacar air, bawa aqua gelas bekas, bawa kentang, bawa gula, bawa..."
"Gula aja. Gue bawa gula" jawabnya singkat. Lalu pergi dengan teman-temannya yang lain.
Noura menggerutu kesal. Kenapa harus sekelompok dengan orang begitu sih? Berpakaian ga rapi, cuek, ga ada senyum-senyumnya. 

"Huh bakal jadi disaster nih kalo begini"
Gerutu Noura.

*****

Semua kelompok berkumpul di tempatnya masing-masing. Gawatnya, Aci, teman perempuan satu kelompok Noura tidak masuk. Jadilah Noura perempuan sendiri di kelompoknya  hari itu. Ditambah dengan dua cowo yang ada di range malas medium, Tara dan Filan. Hari ini lagi- lagi diawali Noura dengan helaan napas.
Masing-masing kelompok sudah berkumpul. Akhirnya Noura mencoba mencairkan suasana. 
"Ehem.. eng.. gimana? Pada bawa kan ya barang bawaan masing-masing?"
Lalu Tara mengeluarkan gelas plastik bekas yang ia kumpulkan, dan Filan membawa gula. Gula pasir, satu kilogram. Ya, satu kilogram.
Noura tertawa geli sekaligus heran, 
"Lo kok bawa banyak banget, satu kilo gini?"
Filan menatap Noura bingung.
"Lah, emangnya berapa disuruhnya?"
Noura masih tertawa heran. Ini nih akibat dia ga dengerin Noura sampai selesai bicara kemarin.
"Disuruhnya cuma 1/4 kilo doang kok"
Filan menggerutu, kesal merasa dipermalukan.
"Lo kok ga bilang?" Tanya Filan sebal.
"Ya lo udah ngeloyor balik aja, padahal belom selesai gue ngomongnya"
Noura tertawa kecil, Filan memasang muka masamnya.
"Yaudah, nanti gue bawa pulang buat nyokap gue masak" jawab Filan singkat. Ditambah dengan celetukan Tara,
"Anak baik emang lo, Lan" ledeknya.

Hari itu, hari penuh tawa bagi Noura. Karena melihat bahwa lucunya Filan yang sangat bermalas-malasan ketika kerja kelompok. Tapi paham betul tentang praktikum hari itu. 

Pandangan Noura terhadap Filan hari itu, di luar dugaannya. Filan berbeda. Noura tersenyum.

Sabtu, 08 April 2017

Apa kabar?
Mungkin sangat mudah untuk sekedar dituliskan, tapi nyatanya sangat sulit untuk dikatakan.

7 hari dalam seminggu, yang selalu ku tunggu adalah sabtu dan minggu. Ya, alasan umum karena aku seorang mahasiswi. Paham, kan?
Alasan lain? Ya, karena kamu.
Alien.

Sadar kalau kemunculanmu hanya ada di sabtu dan minggu. Itu juga tidak langsung. Hanya dari sosial media.

Saling menyapa?
Tidak.
Saling bercerita?
Apalagi.
Berbicara secara langsung saja rasanya sulit. Mulut kita seperti tertahan. Kita? Atau jangan-jangan hanya aku saja?

Aku yang berusaha untuk selalu tersenyum, dengan semangat melangkahkan kaki ini berlari mengejar bis kampus yang kerap kali penuh berdesak-desakan.
Aku tidak peduli.
Begitu melemparkan pandangan ke luar jendela bis. Yang ku pandang hanya langit jam 8.30 yang cerah. Melemparkan aku lagi ke memori penuh motivasi darimu. Ingat bahwa dalam seminggu, aku akan melihatmu muncul di sabtu dan minggu ku.

Dan sekarang ini,
Sabtu ku bahagia lagi karenamu. Semoga besok dan seterusnya, setiap hari. Kamu bisa selalu jadi sumber bahagiaku dan semua orang.


Sehat selalu,
Sukses menempuh study!





Your biggest admirer,
tkhndhnr.

Minggu, 19 Februari 2017

Aku melihatmu
Aku tersenyum bahagia
Lalu ku pejamkan mataku
Ketika ku buka, hanya ada angin dan cahaya ufuk timur
Rupanya sudah pagi

Hai, alien
Apa kabar?

Setiap harinya, aku menatap langit biru
Berharap bisa bertemu denganmu 
Menatap lurus jalan
Berharap kamu ada di hadapanku

Alien,
percaya tidak percaya
aku masih menunggumu
parahnya lagi
aku masih mengharapkanmu
sampai sekarang

Kamis, 09 Februari 2017

Lagu lagu yang bikin semangat lagi (versi gue)

Hiaaaat!!!
Apakabar?
Pasti sudah mulai bosan kan dengan gue yang seminggu ini muncul memenuhi blog gue sendiri? Ya udah sih blog blog gue kok. *ini kok sewot sendiri.
Yaa itung itung sebelum gue sibuk dengan semester 4 gue, OJT, persiapan TA.

Jadiii,
pada segment kali ini *ciat apaan, gue bakal membahas beberapa lagu Indonesia yang menurut gue cukup memotivasi buat bangkit dari lelahnya aktivitas, dari rasa ingin menyerah, dan rasa2 lainnya. Termasuk lagu biar semangat move on juga bisa loh wkwk.

So, penyanyi-penyanyi Indonesia sampai saat ini menurut gue banyak juga yang bagus-bagus. Ga hanya dilihat dari segi vokal, tapi penyampaian pesan atau makna dengan lirik-lirik yang mereka bawa. Contohnya, gue suka Kunto Aji, Tulus yang mostly lirik lagunya itu kalo gue amati *anjas bener2 yang sering terjadi di kehidupan realnya kita gitu.


So, here we go! Playlist lagu semangat versi Nadiah hihi selamat mendownload masing2 😁



1. Pengingat - Kunto Aji
2. Lekas - Tulus
3. Kita Bisa - RAN ft Tulus
4. Mahakarya - Tulus
5. Senyum dan Harapan - GAC ft The Overtunes

Rabu, 08 Februari 2017

Pulang Bareng Jo (Part 2)

YEAAAAY FINALLY!!
Setelah gue memposting 1 post tentang Pulang Bareng Jo ( Part 1 ) dua tahun yang lalu *asik. Sekarang gue bakal post Part 2 nya. Yippie!

Kalo yang Part 1 cerita tentang naik angkot, nah part ini juga sama2 naik angkot. Tapi kejadiannya ga kalah konyol. Ya karena waktu pulang sekolah gue selalu berkesan kalo sama Jo. Duh kangen banget nih Jo, si artis Poltekkes yang pernah ke gap sama ade gue lagi jadi bopung angkot. Di foto lagi sama ade gue, terus kirim ke gue. Cerdas.

*nanti gue cari lagi ya fotonya. Gue lupa ditaro mana😂

So, gini ceritanya.
Jadi waktu itu, kita baru pulang sekolah. Seperti biasa, gue sama Jo selalu laper kalo pulang dan biasanya emang demen banget jajan di luar sekolah sih. Karena sudah terlalu mainstream, akhirnya Jo dan gue punya usulan "kita beli lumpia basah di Puri yuk" gue sih ayo2 aja. Asal enak dan murah meriah hehe. Urusan perut itu udah ga ada tunda2 kalo gue wkwk

Akhirnya gue dan Jo memutuskan untuk beli Lumpia Basah di Puri setelah turun buat transit *bahasa gue gila. Gue mempercayakan Jo buat mesenin lumpia basahnya.

"Bang, lumpia basah ya 2. Sedeng"




Lalu, kita cuma ngobrol. Ngakak. Ga jelas. Sampai akhirnya itu lumpia basah udah manggil kita "mba saya udah di masak nih"

He
he
he
he


Krik bgt sih ih receh bgt gue.


Akhirnya pas kita udah bayar segala macem, kita nyambung angkot lagi buat pulang. Ga sabar mau nyicipin lumpia basah, akhirnya kita makan di angkot saat itu juga. 1 menit masih ga berasa, 2 menit pedesnya udh lumayan nendang. Mantaaap. 5 menit kemudian


"Jo ini kok kayanya pedes banget ya?"

sambil HUH HAH ala ala host2 makanan gitu.

"Iyaya padahal tadi gue bilangnya sedeng loh"

Tapi masih nyantai.

10 menit kemudian

"AH GILA TOTOK INI PEDES BANGET"
"JOOOO PEDES BANGET! KUPING GUE PANAAAS!!"
"NAD GUE GAADA MINUM"
"OH GUE ADA!"

*ngecek tumblr* *cuma ada berapa tetes paling. Ganyampe seteguk*

"JOOO GUE GAADA MINUM"

Mata gue udah berair. Kuping gue panas. Udah keringetan kaya abis sprin.
Jo lebih lebih berisik dari gue. Ibu2 samping kita udah kesel kayanya liat kita yang berisik banget.
Masih kepedesan. Ga kuat. Pengen nangis. Sampe liat danau banyak airnya aja reponnya begini

"JOOO ITU AIR JO DI DANAU BANYAK BANGET"

Akhirnya dengan amat berat. Kita turun angkot di pertengahan jalan pulang. Mampir ke warung cuma buat beli minum. Abis itu nyambung lagi angkot.

Sumpah.
sia sia banget keknya waktu gue yang terbuang saat itu.

"Tadi kayanya gue liat abangnya nuangin sambel kok"
"Banyak jo?"
"Hmmm 5 sendok"


BODO AMAT JO, ITU MAH SITU AJA YANG MAKAN.
EYKE MINUM AIR DANAU AJA.


Lalu kita pulang ke rumah masing2 dengan bahagia karena sudah minum beberapa teguk air.



Kenangan pulang bareng Fajri alias Jo emang hal yang berkesan banget sih menurut gue selama SMA. Cerita2 dia tentang cowonya yang banyak bgt gila berlusin lusin. Cerita dia marahan sama cowonya. Gosip. Ngakak. Gosip lagi. Gajelas.

Sekarang Jo nya udah kuliah di Poltekkes Bogor dan jadi calon ibu bidan. Gue ga ngebayangin sih kalo Jo jadi bidan gimana😂

Apakabar, Jo?
Kangen niiih.
Sukses terus ya kuliah nya!

Selasa, 07 Februari 2017

Alien, ceritanya mah.

Assalammualaikum agan2 dan agan2wati sekalian, cielah tumben banget ga gue membuka postingan dengan salam #gasombong #tapiriya.


Pada postingan kali ini, gue bakal cerita2 sedikit tentang pengalaman gue waktu masih SMA di manaaa....... dulu jaman2nya gue kalo lg suka sama orang norak bgt. Hahaha gapapa lah diceritain dikit2 toh pengalaman idup kali aja ada maknanya. Tp ini lebih banyak noraknya sih. He.he.

Jadiiii,
waktu SMA gue pernah suka sama orang. Cowo. IYALAH. Temen sekelas gue sih, baru sekelas pas kelas XI. Sebut saja, Alien. Asik dah nama samarannya gitu amat? Wahaha kenapa gue samarkan dengan kata Alien? Kenapa ga Si Tampan? Karena tbh dia tidak tampan pd masanya wkwk. Kenapa ga Ujang, Boim, Udin, Parto? Lu mau nama samaran buat apasih?
Doi itu orang yang flat bgt, ga ada ekspresi. Kalo sama cewe cuek abis. Tp jago bikin orang ngakak, humoris sih. Misterius. Susah di tebak. Ngakunya punya ade banyak, kalo tidur udah kaya kaleng sarden katanya. Tauan kan tukan boongnya. *untuk anda yg merasa maafin ya gue ga sebut merek ko, ntar kena pajak :)

Jadi dulu tuh ceritanya gue suka sama dia gara gara gue satu kelompok deh kalo ga salah. Jadi satu kelompok itu ada 4 orang, 2 cewe 2 cowo. Nah pas pertama dibentuk kelompok dan langsung suruh kumpul, temen gue yang cewe satu lagi ga masuk. Jadilah kita cuma bertiga, dan gue cewe sendiri. Di situ gatau kenapa, padahal kita baru kenal karena baru sekelas. Tapi udah ngerasa deket aja gitu, asik. 2 cowo itu ga malu malu buat nge jokes tp ga receh kaya gue. Terus bikin ngakak. Lucu sih sampe kayanya gue seneng bgt hari itu. Itu sih first impressionnya. Naaah setelah itu deh kayanya gue jadi yaaaa u know lah gausah gue jelasin.

Nah, setelah gue sadar gue suka, gue jd agak malu2 sama dia. Tapi berusaha gue tutupin sih, karena gue mau ga mau harus berinteraksi sama dia. Iyalah sekelompok 1 tahun mo begimane? -_-

Ada satu momen yang lucu sih menurut gue. Waktu itu kita lagi praktikum biologi. Ngamatin sesuatu pake mikroskop gitu. Terus tangan dia terkelupas kena benda tajam. Berdarah. Spontan gue sama temen gue panik, tapi dia biasa aja. Datar. Datar banget. Sampe kzl loh gue "ini anak asem amat, kita udh panik2 lah dia begitu aja mukanya dari dulu". Terus ngeselinnya dia ambil kulit dia yg terkelupas itu. Terus di taro di preparat, terus dia liat di mikroskop. Terus girang. "DIIH KOCAK! Eh sini lu mau liat ga nih kulit gua?" Ya Rabb. Om telolet om. Ga penting bgt.

Dia itu cowo yang humoris banget sih menurut gue. Dia sering ngasih jokes2 yg asli bakal bikin lu ngakak se ngakak2nya. Tapi ini anak ngeselin nya bukan main. Ga bisa diem. Jalan2 mulu kalo di kelas. Berisik. Ngakak. Haha hehe. Liat jawaban temen. Haha hehe lagi. Iyalu.
Jadi, dulu gue waktu masih berhasil jd secret admirernya, sering bgt ngomelin dia. Soalnya dia itu kalo lg kerja kelompok pasti kabur kaburan kemana mana. Mending kalo balik. Kalo kaga.
"ALIEEEEN!!! INI IH KERJAIN DULU TUGASNYA! MASA GUE SENDIRI?!" kan coba udah lebih galak gue dr ibunya. Nanti dia ngelesnya bisa banget deh ngomong "tenang, gue bakal nemenin lu kok sampe kelar." *ini lo inget ga ngomong begini? Hahaha.

Pernah juga waktu itu sebangku pas ulangan harian. Sering sih, sering banget. Ya karena emang absen gue atas bawah sama dia. Terus dia yg udah nge-tag tempet duduk duluan dengan sombongnya bilang "siniii duduk sama gue. Lu bakal berbangga hati karena duduk sama gue". "Gue jago basa sunda" dan blablabla sampe akhirnya pas ulangan dia nanya gue. HAHAHA JAGO APANYA. "Nad no. Ini apaan?" Terus gue bilang ajaa "gamau, gaboleh nyontek." Eh dia cuma jawab huh pelit.

Yaaa begitu terus sih, berantem. Omelin. Sampe gosip gue suka sama dia akhirnya tersebar satu kelas. Nah jd awkward gitu kan. Tapi gue berusaha nutupin.

Ohiya awal motivasi gue belajar gitar sebenarnya juga di dorong oleh dia.
Jadi, waktu kelas XI itu wajib harus bisa main alat musik. Nah, dulu gue sempet berantem berebut lagu sama dia "ah gue lagu ini ah" terus dengan kzl nya gue bilang "ah apaan kaga. Gue duluan" terus dia dengan muka menyebalkannya bilang " ck udaah lu lagu ini aja nih" nah dia kasih rekomendasi lagu fathin sidqia yang gue lupa judulnya hahaha sorry. Dan gue inget kata2 yang dia bilang waktu lagi belajar gitar "lu tuh bukannya gabisa, tapi gamau belajar". Tumben kan dia bener. Tapi ini jadi motivasi gue buat bisa main gitar banget sih. Sampe akhirnya sekarang gue seneng mainin gitar walau minjem. He. He.

Gue selalu seneng liat dia main futsal. Waktu classmeet, dia salah satu cowo andelan di kelas gue kalo lagi futsal. Pas semester 1 gue seneng bgt nyemangatin dia. Sampe kelas XII sih hehe. Pernah pas kelas XI futsal di premiere semester 2, lutut dia luka. Banyak bgt darahnya. Gue langsung lari ke warung buat beli handsaplast. Terus gue suruh temen gue ngasih. Nah, pas classmeetnya dia jatoh lagi. Luka di tempet yang sama. Darahnya juga lumayan. Akhirnya bekas handsaplast yang waktu itu gue simpen dompet, gue kasih dia juga. Seneng dia bisa make handsaplast gue.
*pasti kalo lo lagi baca ini lo juga flashback sama temen2 kelas XI kan? Kgn ga siii?

Nonton di laptop uloh berdua inget gaa? Di kelas? Terus pernah bilang gini pas lagi latihan upacara, nunggu ujan reda. Bilang gini "eits tapi inget, belajarnya harus rajin. Harus giat" "iya pah" "eits, harus bisa masuk ke ptn yang diinginkan" "aamiin iya iya sini udah vouchernya" "eits satu lagi, kalo udah sukses jgn lupain gue ya"

YHA SIALAN LU EMANG BIKIN GUE BAPER SAMPE SEKARANG.

Terus kalo mau ngontact dia pasti harus sms ke nomor ayahnya atauuu ibunya. Dan mungkin gue salah satu cewe yg sering bgt sms ibunya. Karena itu. Gue sekelompok kan sama  dia.
sampe akhirnya kelas XII dia beli hp baru. Saat itu percis bgt sama serupa bener2 dah sama punya ue.

Sampe akhirnya pas kelas XII kita mulai agak jaga jarak. Gatau sih gue yg made the space atau dia. Tapi kita bener2 jadi diem2an, jarang ngobrol. Ngomong seadanya. Langsung di cengin sama yang lain. Ngomong seperlunya. Tapi dia duduk di meja samping gue, atau meja yang gajauh dari gue. Kebetulan sih.

Masih suka sekelompok, sebangku kalo test. Bedanya? Ya jadi awkward gitusih.
Seneng banget dapet kabar dia lulus snm, lulus pt yang dia mau juga. Gue selalu bgt seneng kalo dia seneng. Dan kalo dia lg bete banget, gue pasti tau walaupun ya gue juga bakal diem aja. Lah emang mau ngapain? Wkwkwk.


Dan akhirnya sekarang kita ya temenan begini begini aja. Terakhir ketemu bukber, udah ngobrol asik lagi. Dia udah sibuk dengan aktivitasnya, dan gue juga. Dan kayanya sampe sekarang, dia salah satu orang yang masih jadi pendorong motivasi gue buat sukses. Sampe sekarang. Hehe. See u soon. Semoga kita sukses ke depannya😊 terima kasih untuk banyaaak bgt pembelajaran yg lo kasih buat gue. At least, seenggaknya nemu orang kaya lo itu merupaka sesuatu yang sangat menyenangkan. Sampe sekarang. I'm blessed.

Sabtu, 04 Februari 2017

Gini rasanya ya jadi cewe teknik? :")






Hollaaaaaa Fellas!

Hai para fans fans gue cabang Jabodetabek khususnya Depok dan sekitarnya!!! Cabang Bejiii!! Jagakarsaaa!! Citayeeeem!!! Sabar yah tanda tangan belakangan, kalo ga mau ngantri pake pass card yah. ehe. he.


Kali iniiii, gue bakal bercerita sedikit dan agak tidak penting (tp emg bener2 ga penting) tentaaang..... bagaimana gue selama ini menjalani garis-garis keras gue sebagai................... mahasiswi teknik elektro *eng ing eeeeng*




" Kak, cewe kuat gitu masuk teknik ?"
" Kak, capek ga jadi anak teknik ?"

Seloow seloow, pertanyaan kaya gitu tuh wajar banget buat cewe-cewe yang penasaran kalo jadi mahasiswi jurusan teknik tuh gimana.Termasuk gue sendiri, diawal pas baru kuliah. Gimana tuuh ceritanya?

Jadi,
 tbh dr SMA gue sebenarnya sudah menargetkan dua jurusan untuk kuliah, FMIPA dan FT. Dan karena saking teramat cintanya (ga efektif bgt kalimat gue, mubazir) gue sama Biologi, jadi gue mem-prioritaskan FMIPA untuk jadi target utama gue. Selain itu, gue juga kepincut2 sama FT siih. Gue pengen bgt bisa masuk Teknik Lingkungan atau Teknik Bioprosesnya UI tapiii disatu sisi gue juga sadar diri hahaha karena yaa nilai gue yang tidak begitu AMAZING, AWESOME, GREAT :" tapi coba laah boleh kan.

Naaah,
karena gue ga tembus SNMPTN dan SBMPTN, akhirnya gue coba ikutan UMPN PNJ. Gelombang 1 waktu itu. Tapi PKKP gelombang 2 wkwk.
Berhubung gue sangat tidak tertarik untuk lintas jurusan ke soshum karena :
1. Gue sangat *sorry to say bego di ekonomi, jadi ngeri kalo mau sok2 lintas jurusan :"
2. Gue tipe orang yang senang menghapal, tapi kalo sosiologi atau yang lainnya ga pernah bisa dihapal. Kenapa? :"

So, i decide to choose rumpun saintek sih.
Daaaan melihat ada nama prodi Teknik Telekomunikasi 

"ini telekomunikasi apaan ya?"
"ini mirip mirip sama komunikasi kali ya?"
"eh bukan deh. Ini mah pasti berhubungan sama telepon, internet, tipi2"

Nah, itu first impression gue pas liat nama Teknik Telekomunikasi. Dan karena gue mikirnya masih ada hubungannya sama IT gitu, akhirnya gue tertarik buat belajar di Prodi ini.

Aaaand, ternyata gue diterima wkwkwk
Nah, dan pada saat itu gue baru ngeh kalaaau Teknik Telekomunikasi itu merupakan Program Studi dari Teknik Elektro. Nah kan. Mam.
Gue yang saat itu baru tau, langsung kepikiran segala macem 

"gue kurus gini, cewe pula, jadi anak teknik. Mau makin kurus gue?"
"yah fisik banget kali ini"
"kalo gaada cewenya gimanaaaaaa?"

Banyak pertanyaan yang bikin diri gue jadi ragu buat masuk teknik, padahal awalnya gue sempet bercita-cita jadi anak FT sebelah hehe. Akhirnya gue coba bulatkan niat, dan ubah mindset gue kalo jadi cewe teknik itu ga buruk. Malah keren. Ehe.

Dan, sekarang gue baru aja duduk di semester 4.
Selama 4 semester ini, gue tau banyak hal setelah jadi anak teknik telekomunikasi *sombong bgt kayanya gue dari tadi. Tapi percaya lah guys, jadi anak teknik itu seruuuuuu banget. Kapan lagi kan lo nge-bengkel? Lo motong2 plat besi, lo bending2 plat besi alias nge-bengkokin. Ya kalo lo punya kemampuan bengkokin besi pake ala2 magician gitu sih gapapa wkwk ini make alat gede. Kapan lagi kan lo nge-bor plat besi atau PCB mulai dari bor meja yang gede sampe bor tangan yang kecil, lu pun beli buat nugas di rumah :" Lo bakal belajar nyolder komponen, tau banyak komponen2 elektro. Tau cara bikin jalur di PCB, tau cara ngoding. 

Lo juga bakal belajar bikin simulasi antenna buat modem kek, Wifi kek, TV, Radio, apa aja. Belajar bikin speaker, power supply, belajar digital, dan masih banyak hal seru lainnya.

Pokoknya seru deeeh.
"Berat ga kak dapet nilainya? Susah gak?"

Ya gue akuin agak berat sih emang buat dapet nilai yang bagus2 setiap waktunya, tapi pasti laah bisa kok pelan-pelan. Teknik memang basicnya lo harus tertarik dulu sama matematika atau fisika. Nah kalo gitu, nanti lo bisa enjoy pas belajar matkul2nya. Tapi, ga harus kook lu cinta banget sama 2 mata pelajaran itu, asal lo niat dan bisa ngikutin yaa pasti lo juga bisa lah jadi anak teknik sejatiii hehe.

Yang penting niat, usaha, BELAJAR. Gaada di dunia ini orang bodoh, adanya males. Bener bgt sih ini, lo bakal nemu yang kaya gini di kampus banyak bgttt. Jangan kaya gue yak, masih suka males2an :" DEEP. 

So, sekian info dan cerita tidak bermutu gue, semoga dapat meng-inspirasi temen semua yang masih bingung buat milih Teknik sebagai jurusan yang diinginkan hehe. GOODLUCK!


 Sincerely,

Nadiah - your future Electrical Engineer 

*doakan ya tahun ini aku magang, tahun depan aku wisuda :"