Minggu, 16 April 2017

Filan dan Praktikum

Noura menghela napas, pasrah. Kenapa dia harus satu kelompok dengan Filan? Cowo yang sudah kelihatan bahwa tingkat kemalasannya mungkin tinggi. Cowo yang kelihatannya sangat tidak peduli dengan tugas-tugas dan pelajaran. Apa lagi kalau harus satu kelompok dengannya, bisa Noura yang jadi pesuruhnya.

Ketua kelas memerintahkan setiap kelompok untuk membahas barang bawaan untuk praktik lusa. 
"Duh, gimana nanyanya ya? Aku males nih nanya ke Filan" keluh Noura. 
Menatap cemas sembari berfikir negatif kalau saja Filan enggan membawa apapun. 
"Ya kamu tanya aja dulu, ra" jawab Dina singkat. 
Huh. Kenapa harus sih?
Dengan langkah berat, Noura mendekati Filan. Filan yang sedang asyik bercanda dengan teman teman lainnya, tidak peduli dengan keberadaan Noura di sampingnya. Hingga akhirnya,
"Filan!" Teriak Dina
Filan menoleh. Noura pun menatap Filan kaget.
"Itu, Noura mau ngomong tuh" teriak Dina sambil mengamati Noura yang masih mematung dari kejauhan.
Pandangan Filan kini mengarah ke Noura. Noura terkejut, lagi. Filan hanya menatap Noura dengan raut wajah penuh tanya.
"Ngggg.... By the way, lo mau bawa apa nih buat praktikum lusa nanti?" Tanya Noura yang dengan hati-hati menata ucapannya.
"Emang apa aja yang disuruh bawa?" Tanya Filan singkat.
"Bawa tanaman pacar air, bawa aqua gelas bekas, bawa kentang, bawa gula, bawa..."
"Gula aja. Gue bawa gula" jawabnya singkat. Lalu pergi dengan teman-temannya yang lain.
Noura menggerutu kesal. Kenapa harus sekelompok dengan orang begitu sih? Berpakaian ga rapi, cuek, ga ada senyum-senyumnya. 

"Huh bakal jadi disaster nih kalo begini"
Gerutu Noura.

*****

Semua kelompok berkumpul di tempatnya masing-masing. Gawatnya, Aci, teman perempuan satu kelompok Noura tidak masuk. Jadilah Noura perempuan sendiri di kelompoknya  hari itu. Ditambah dengan dua cowo yang ada di range malas medium, Tara dan Filan. Hari ini lagi- lagi diawali Noura dengan helaan napas.
Masing-masing kelompok sudah berkumpul. Akhirnya Noura mencoba mencairkan suasana. 
"Ehem.. eng.. gimana? Pada bawa kan ya barang bawaan masing-masing?"
Lalu Tara mengeluarkan gelas plastik bekas yang ia kumpulkan, dan Filan membawa gula. Gula pasir, satu kilogram. Ya, satu kilogram.
Noura tertawa geli sekaligus heran, 
"Lo kok bawa banyak banget, satu kilo gini?"
Filan menatap Noura bingung.
"Lah, emangnya berapa disuruhnya?"
Noura masih tertawa heran. Ini nih akibat dia ga dengerin Noura sampai selesai bicara kemarin.
"Disuruhnya cuma 1/4 kilo doang kok"
Filan menggerutu, kesal merasa dipermalukan.
"Lo kok ga bilang?" Tanya Filan sebal.
"Ya lo udah ngeloyor balik aja, padahal belom selesai gue ngomongnya"
Noura tertawa kecil, Filan memasang muka masamnya.
"Yaudah, nanti gue bawa pulang buat nyokap gue masak" jawab Filan singkat. Ditambah dengan celetukan Tara,
"Anak baik emang lo, Lan" ledeknya.

Hari itu, hari penuh tawa bagi Noura. Karena melihat bahwa lucunya Filan yang sangat bermalas-malasan ketika kerja kelompok. Tapi paham betul tentang praktikum hari itu. 

Pandangan Noura terhadap Filan hari itu, di luar dugaannya. Filan berbeda. Noura tersenyum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar